Cinta Pengganti~33

1114 Kata

“Duta mau adek?” Melihat putra Kiya yang anteng saat melihat Rezky, Elok spontan membandingkannya dengan Awan dan putrinya sendiri. Selain mulut kedua bocah itu yang tidak bisa diam, tangan mereka pun seolah ingin terus menempel di tubuh Rezki. Baik Kasih maupun Awan, begitu gemas dan selalu saja ingin mencubit pipi bayi yang usianya bahkan belum genap satu minggu. “Emm …” Duta yang tengah berdiri sambil melipat tangan di atas pagar boks bayi itu, menatap Elok. Kemudian, tatapannya berpindah lagi pada Rezky yang begitu kecil, jika dibandingkan dirinya sendiri. Bayi yang sedang tidur itu sangat menggemaskan dan Duta ingin sekali menggendongnya. “Mau!” Elok melipat bibirnya dalam-dalam sembari menatap Gilang. Adiknya itu tengah berbaring pada sofa di depan teve, dan terlihat sangat mengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN