2 jam sebelumnya ... Mendengar ucapan menyesal dari pria itu membuat hati Syera terenyuh, seakan ada desir hangat menjalar pada aliran darahnya. Namun, sedetik kemudian Syera menggelengkan kepalanya. ‘Tidak lagi Syera! Jangan bodoh!’ bentak suara lain dari kepalanya yang memaki untuk berpikir lurus. “Syera?” Embusan napas dari samping wajahnya menerpa daun telinganya hangat. Syera menggeleng tanpa mengatakan apa-apa. “Maafkan aku,” bisik lelaki itu lagi, kali ini tubuhnya mendekap erat tubuh Syera yang memang sudah berada dalam kungkungannya. Ini di luar, di tempat terbuka bisa-bisanya mereka berpelukan seperti ini. Syera segera memberontak dalam dekapan Satria membuat lelaki itu semakin kuat mendekapnya. “Satria ... lepas!” Syera menggeram. Satria menggeleng, dia takut tidak ada