Safa menunggu Azriel kembali ke kamar setelah makan malam. Hatinya tengah berbunga-bunga mendapati pasangan yang tak mengekang dirinya. Padahal Safa sudah siap walau Azriel akan mintanya untuk di rumah, meninggalkan karier dan pendidikan. Ternyata, Azriel salah satu yang bisa mengerti pasangannya. Safa sudah salin dengan piama bahan katun rayon yang sejuk, lengan dan celananya panjang bahkan Safa memakai hijab instan. Jujur saja untuk terbuka di depan Azriel butuh keberanian atau sebenarnya Safa merasa tak secantik wanita-wanita yang pernah di temui, wanita yang bersama Azriel. Dia berdiri, membawa langkah-langkah kaki hingga berhenti di depan cermin. Apa sih yang Azriel lihat dariku? Hingga hari ini bahkan setelah menjadi istrinya, belum menemukan jawaban atas alasan pernikahan in

