Tatapan mata Safa berkeliling ke setiap sudut apartemen yang sudah di tempati suaminya sejak lajang, sekarang ini akan jadi tempat yang Safa sebut rumah. Masih asing tentu saja, nanti lama-lama pasti akan terbiasa. Suara langkah beserta roda yang berasal dari koper-koper yang di geret membuat Safa menoleh. Safa tersenyum kecil, tidak banyak barang-barang yang dia bawa. Hanya baju, buku-buku, dan beberapa tas dan sepatu. Kurang lebih tiga koper dan dua kardus besar. Oh tak lupa serta King, kucing kesayangan Azriel yang mereka bawa dari rumah Nenek Mutiara, setiap Azriel tak di apartemen, King akan di titipkan di rumah Nenek Mutiara atau ke tempat penitipan hewan. Azriel berjongkok membuka kandang kucingnya, King langsung berlarian senang menuju sofa, kucing besar itu merindukan aparteme

