Koridor di depan ruang NICU masih dipenuhi ketegangan yang menggantung berat di udara. Lampu putih di langit-langit berpendar tajam, menyilaukan mata siapa pun yang berdiri terlalu lama menatap lantai mengilap. Mama Linda masih berdiri menempel di kaca besar, sementara Bram masih berdiri tegak tak jauh dari pintu, kedua tangannya terkepal di sisi tubuh. Di balik kaca itu, Alea masih duduk di kursi khusus yang diletakkan di samping ranjang kecil bayi Alan. Ia memeluk bayi itu dengan hati-hati, wajahnya menunduk, pipinya lembap oleh sisa air mata. Meski masih mengenakan APD lengkap, tatapan lembutnya pada Alan mampu terlihat lewat celah masker dan kaca pelindung. Setiap hembusan napas kecil bayi itu perlahan kembali stabil — monitor yang sebelumnya memunculkan bunyi peringatan kini berdenti

