Bab 03

758 Kata
Sarah terbangun dari tidurnya, dan dia menatap pada sekelilingnya. Dan dia menemukan tiga orang pelayan yang berdiri di depannya sekarang dengan senyuman sopan mereka. Sarah terkejut menatap ketiga pelayan itu yang menghampiri dirinya dan seperti akan membuka pakaiannya. Sarah menepis tangan para pelayan itu dan merapatkan pakaiannya. "Apa yang akan kalian lakukan?" Tanya Sarah. Ketiga pelayan itu masih saja tersenyum seperti orang i***t kalau Sarah lihat. "Maaf Nona. Kami diperintahkan oleh Tuan Javier untuk memandikan anda, dan kami harus menuruti apa yang dikatakan oleh Tuan Javier." Ucap salah satu pelayan dan dia masih mencoba untuk mendekati Sarah dan akan membuka pakaian Sarah. Sarah menggeleng keras. Dia tidak mau melakukan itu, lagian dia masih bisa untuk melakukannya sendiri, dan tidak perlu Javier menyuruh pelayan untuk membuka pakaiannya dan memandikan dirinya. "Tidak! Aku masih bisa mandi sendiri. Aku buka Puteri Raja! Aku masih bisa melakukan semuanya sendiri dan aku tidak lumpuh. Kalian keluarlah, dan kalau Javier marah pada kalian nantinya. Aku akan mengatakan padanya kalau aku yang menolak dan bukan salah kalian." Ucap Sarah diangguki oleh ketiga pelayan itu. Sebenarnya mereka masih ingin membantu Sarah, tapi melihat tatapan tajam dari Sarah mereka jadi tak bisa melakukannya. Dan mereka keluar dari dalam kamar itu. Sarah menghela napasnya tenang. Dia berjalan menuju kamar mandi, dan dia menatap kamar mandi dalam kamar ini. Ini luar biasa! Dan kenapa dirinya bisa terdampar ke sini? Padahal selama ini dirinya tidak terlalu berdoa pada Tuhan mendapatkan lelaki kaya dan tampan. Sarah dengan cepat mandi dan keluar kamar hanya menggunakan handuk saja. Dirinya terkejut menatap pada Javier yang duduk di sofa dalam kamar. Dirinya menutup dadanya yang terekspose karena hanya sebagian dadanya tertutup. Javier yang melirik pada Sarah menyeringai, dirinya berdiri dari tempat duduknya. Dan berjalan mendekati Sarah. Sarah menggeleng, dia tidak mau memikirkan hal buruk sekarang. Javier berdiri di depan Sarah dan dirinya menatap pada Sarah dari ujung kepala sampai ujung kaki. Sarah memang sangat cantik sekali, dirinya sudah tidak sabar menikahi Sarah dan menjadikan Sarah miliknya. "Kau memang cantik sekali sayang," ucap Javier membelai lengan Sarah lembut. Sarah tersentak dengan sentuhan lembut dari Javier. Dirinya merasa meremang dengan apa yang dilakukan oleh Javier pada dirinya, apalagi Javier menyentuh dirinya begitu lembut sekali. "Tu-an apa yang kau lakukan?" Tanya Sarah gagap. Javier mengeram mendengar Sarah memanggilnya Tuan. Padahal dirinya sudah memerintahkan Sarah untuk memanggil dirinya Daddy. Dan gadis di depannya ini masih saja tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh dirinya. "Jangan pernah panggil Tuan! Panggil aku Daddy! Aku sudah bilang kemarin bukan?!" Tanya Javier datar. Sarah mengangguk mendengarnya. Ya. Javier sudah mengatakan pada dirinya, dan dia lupa kalau dirinya harus memanggil Javier dengan sebutan Daddy. "Maaf aku lupa Daddy. Aku tidak akan memanggil Tuan lagi," ucap Sarah menunduk, dan Javier tersenyum senang mendengarnya. Ini yang diharapkan oleh dirinya. Sarah memanggilnya Daddy, terasa lebih indah dan menyenangkan untuk di dengar olehnya. "Aku suka dengan panggilan itu sayang. Jangan pernah memanggilku dengan sebutan lain, karena kau adalah mainanku yang berbentuk istriku nantinya." Ucap Javier membelai pipi Sarah, dan dia menutup matanya merasakan kelembutan kulit wajah Sarah. Sarah menutup matanya. Ya Tuhan ... apakah dirinya memang harus menjalani sebuah hubungan seperti ini? "Pakai pakaianmu! Dan turun ke bawah! Aku sudah menyuruh pelayan untuk menyiapkan sarapan dan kau bisa memilih makanan yang kau sukai." Kata Javier datar diangguki oleh Sarah. Sarah berjalan menuju lemari dan mengambil pakaian santai untuknya. Dia mengenakan pakaian itu, dan tersenyum manis. Karena pakaian itu terasa sangat pas sekali untuknya. Dan Javier tahu ukuran tubuhnya, padahal baru malam tadi dirinya berjumpa dengan pria itu. Mata Sarah melihat beberapa sandal, dan dia memakai salah satu sandal rumahan. Dan dirinya memakai sandal itu, dan terasa sangat pas sekali untuknya. Padahal Javier sudah mengatakan kalau dia tidak tahu ukuran kaki Sarah. Tapi, apa ini? Pria itu tahu ukuran kakinya. Dasar pria pembual! Dan semua pria itu sama saja baginya. Dia berjalan menuju meja rias dan memakai riasan ala kadarnya di wajahnya. Dan dia menatap wajahnya dengan senyuman manisnya. Dirinya memang cantik ternyata. Dan banyak dulu pria yang mau menjadi kekasihnya, namun Sarah tidak pernah mau untuk menjadi kekasih para pria itu. Dirinya selalu menolak. Tapi, ternyata sekarang malah dirinya akan menjadi istri dari seorang pria kaya raya. Dan dirinya terjebak tidak tahu berapa lama dengan Javier. Apakah selamanya atau sampai Javier bosan dengannya? Seperti novel yang dibaca olehnya. Setelah bosan dibuang. Dan setelah dibuang merasa menyesal. Setelah happy ending untuk tokoh utama. Sarah tertawa kecil dengan pemikirannya itu. Mana mungkin seperti itu. Sudahlah. Lebih baik dia turun ke bawah dan menemui pria yang dipanggil olehnya dengan sebutan Daddy.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN