Sarah terbangun perlahan dengan posisi yang sama seperti saat ia tertidur. Kepalanya masih bersandar di sofa, napasnya pelan, dan tangannya—lagi-lagi—langsung berpindah ke perutnya begitu kesadarannya kembali penuh. Javier masih duduk di sampingnya, tidak jauh, tidak pergi ke mana pun sejak tadi. Beberapa detik Sarah hanya diam. Lalu matanya terbuka penuh. Ia menoleh ke arah Javier. “Kamu masih di sini…” “Iya.” Sarah tersenyum kecil. Tanpa berkata apa-apa lagi, ia duduk lebih tegak. Tubuhnya terlihat sudah lebih segar, seolah tidur singkat tadi cukup untuk mengembalikan energinya. Dan seperti yang sudah mulai bisa ditebak Javier— ketenangan itu tidak akan bertahan lama. Karena dalam beberapa detik saja, Sarah sudah melihat sesuatu dari jendela besar ruang tengah. Matanya langsung

