Bab 129

805 Kata

Sarah tidak bergerak dari tempatnya berdiri di tengah kamar. Matanya masih menyapu setiap sudut ruangan, tapi kali ini berbeda. Ia tidak lagi melihat dinding yang dingin atau furnitur yang netral. Ia melihat sesuatu yang lain—sesuatu yang belum ada, tapi sudah mulai terbentuk di pikirannya. “Aku mau yang lembut…” gumamnya pelan. Javier berdiri tidak jauh darinya, masih memperhatikan dengan ekspresi yang sulit ditebak. Ia sudah tahu ini tidak akan berhenti hanya di gorden dan bantal. Ia sudah terlalu mengenal bagaimana pikiran Sarah bekerja akhir-akhir ini. “Aku mau yang bikin nyaman…” lanjut Sarah. Tangannya kembali ke perutnya. Gerakan itu muncul lagi. Dan kali ini lebih lama. Javier melihatnya tanpa berkata apa-apa. Sarah akhirnya menoleh. “Aku tidak mau kamar ini terasa dingin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN