Mobil akhirnya berhenti di depan mansion, dan begitu pintu terbuka, suasana yang tadi tenang di perjalanan seolah ikut masuk bersama mereka. Sarah turun lebih dulu, langkahnya tidak terburu-buru, tapi ada sesuatu yang berbeda dari cara ia berjalan. Lebih cepat sedikit. Lebih… punya tujuan. Javier langsung menyadarinya. Selalu. Ia menutup pintu mobil, lalu berjalan di belakang Sarah yang sudah lebih dulu masuk ke dalam. Para staff menyambut seperti biasa, tapi tidak ada yang berani terlalu lama memperhatikan karena ekspresi Javier masih sama—tenang, tapi sulit dibaca. Sarah tidak berhenti di ruang tengah seperti biasanya. Ia terus berjalan. Langsung ke arah tangga. Javier mengerutkan alis sedikit. “Kamu mau ke mana.” Sarah tidak menoleh. “Ke kamar…” Jawabannya singkat. Tapi nada

