Subuh baru saja menyentuh kota New York ketika mobil hitam Javier berhenti di depan mansion. Langit masih gelap kebiruan, lampu halaman masih menyala. Udara dingin pagi menempel di udara ketika pintu mobil dibuka oleh pengawal. Javier keluar. Langkahnya panjang. Cepat. Ia bahkan tidak menoleh ke sekeliling halaman. Jas yang ia kenakan masih rapi meskipun baru sajha menempuh perjalanan panjang dari Inggris. Wajahnya datar—terlalu datar. Itu jenis wajah yang membuat semua orang di sekitarnya memilih untuk tidak bicara. Pintu mansion terbuka. Pelayan yang berjaga langsung menundukkan kepala. “Selamat datang kembali, Tuan.” Javier tidak menjawab. Ia langsung berjalan masuk. Langkah sepatunya menggema pelan di lantai marmer ruang tengah yang luas. Beberapa pelayan yang sedang mulai

