Setelah mangkuk itu kosong dan sendok terakhir diletakkan kembali ke atas nampan, suasana di kamar tidak langsung berubah, justru semakin tenang, seperti semua orang di dalamnya sepakat untuk tidak terburu-buru melakukan apa pun. Sarah bersandar lebih dalam ke bantal, tangannya masih berada di atas perutnya, mengusap pelan tanpa sadar, sementara Rose masih duduk di sisi ranjang, matanya belum berpindah dari wajah menantunya itu, seolah memastikan bahwa setiap suapan tadi benar-benar cukup, benar-benar diterima dengan baik oleh tubuh Sarah. Javier berdiri tidak jauh dari mereka, tapi posisinya berubah sedikit—lebih dekat, lebih terlibat, tidak lagi sekadar mengawasi dari jauh. Ia memperhatikan cara Sarah menarik napas, cara matanya berkedip, bahkan cara jemarinya bergerak kecil di atas per

