Sore itu mansion terasa lebih hidup dari biasanya. Beberapa pelayan bergerak sedikit lebih cepat ketika kabar kedatangan Rose terdengar. Mobil mewah wanita paruh baya itu berhenti tepat di depan pintu utama, dan seperti biasa, ia turun dengan senyum manis yang tidak pernah lepas dari wajahnya. Rose selalu membawa aura berbeda—hangat, percaya diri, dan sedikit dramatis. Sarah yang sedang duduk di ruang tamu langsung berdiri ketika mendengar suara sepatu hak khas itu memasuki rumah. “Mama…” sapa Sarah lembut. Rose membuka kedua tangannya lebar-lebar. “Ah, menantuku!” katanya ceria, lalu memeluk Sarah dengan hangat. “Sudah sebulan Mama tidak melihat wajah cantik ini.” Sarah tersenyum malu-malu, membalas pelukan itu dengan sopan. “Mama sibuk juga.” Rose melepas pelukan dan memerhatikan w

