Bab 33

1552 Kata

Langkah Javier terdengar pelan namun tegas ketika ia menaiki tangga menuju lantai atas. Mansion yang biasanya tebrasa luas kini sunyi. Sebagian besar lampu sudah diredupkan, hanya menyisakan cahaya hangat dari lampu dinding sepanjang lorong. Percakapan dengan Tiana beberapa menit lalu masih terngiang di kepalanya. *Kalau kau membuat Sarah menangis… aku sendiri yang akan membuat hidupmu tidak nyaman.* Javier mendengus pelan mengingat kata-kata sepupunya. Ia berhenti sejenak di depan pintu kamar utama. Tangannya menyentuh gagang pintu, lalu ia membukanya perlahan agar tidak menimbulkan suara keras. Kamar itu remang-remang. Lampu samping tempat tidur menyala redup, meninggalkan bayangan lembut di dinding. Tirai jendela tertutup sebagian, menyisakan sedikit cahaya kota New York dari keja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN