Matahari mulai turun ketika percakapan panjang di taman akhirnya berakhir. Angin sore membawa aroma rumput basah yang menenangkan. Tiana masih bercerita tentang masa kecil Javier yang katanbya “terlalu serius bahkan sejak umur sepuluh tahun,” sementara Sarah tertawa kecil mendengarkan. Akhirnya Sarah berdiri dari kursinya. “Aku akan menyiapkan makan malam,” katanya lembut. Tiana langsung menoleh dengan mata berbinar. “Serius? Kau memasak sendiri?” Sarah mengangguk. “Iya. Aku suka memasak.” Tiana langsung berdiri dengan semangat. “Bagus! Aku bantu.” Javier yang sejak tadi berdiri bersandar di tiang gazebo langsung menyipitkan mata. “Kau?” katanya datar. Tiana memutar mata. “Apa maksudmu dengan nada itu?” Javier berjalan mendekat dengan langkah santai. “Aku hanya tidak yakin da

