Sarah masih memandang piring spaghetti itu cukup lama. Garpu yang tadi sempat ia pegang perlahan diletakkan kembali di samping piring. Wajahnya memperlihatkan ekspresi bingung, seolah sedang berusaha memahami bagaimana makanan yang di kepalanya terdengar begitu menarik ternyata sama sekali tidak sesuai bayangan. Ia mengembuskan napas kecil. Lalu mencicipinya lagi. Satu suapan yang jauh lebih kecil. Kali ini ia mengunyah lebih pelan. Berharap mungkin lidahnya tadi hanya belum terbiasa. Namun beberapa detik kemudian wajahnya kembali berubah. Alisnya berkerut. Hidungnya sedikit mengernyit. Ia langsung mengambil segelas air putih di sampingnya dan meminumnya beberapa teguk. Javier yang sejak tadi memperhatikan tanpa berkedip akhirnya menggeleng pelan. "Aku sudah bilang." Sarah mena

