Kepergian Dewa telah berhasil memukul hati setiap orang, terlebih lagi anggota keluarga Pangestu. Ara selalu menemani mama mertuanya yang masih bersedih karena ditinggal oleh belahan jiwanya. Para pelayat masih terus berdatangan untuk takziah dan sudah menjadi tugas Ara dan Bima menemui para pelayat yang datang. Mata sembab Ara tidak bisa disembunyikan. Perempuan cantik itu memang merasa sangat kehilangan karena Dewa sudah dia anggap seperti ayahnya sendiri. “Mama makan dulu ya, nanti kalau Mama sakit Papa pasti akan sedih,” bujuk Ara. Sejak pemakaman Dewa kemarin, Indira belum makan apa pun. Bahkan, semenjak ke rumah sakit mengantar suaminya dia tidak bisa menelan apa pun karena sangking sedihnya. Terakhir kali dia makan siang sebelum Bima datang dan bertengkar dengan Dewa yang meng

