Victor memikirkan dengan serius permintaan Haidar. Ia merasa tertekan karena baru kali ini pasangan politiknya membuatnya benar-benar bimbang. Haidar memiliki dukungan kuat dari partai besar, sementara Victor tidak memiliki kekuatan serupa. Satu-satunya yang bisa ia andalkan adalah posisi Adolf, kakak iparnya. Namun, ia tidak bisa begitu saja mengorbankan hubungan keluarga demi ambisi politik. Pertanyaan itu terus berputar di kepalanya: apakah jabatan lebih penting daripada menjaga keutuhan keluarga? Ia duduk di teras samping rumah, merokok sambil menatap anaknya yang bermain bersama anak-anak Adolf. Pemandangan itu membuat pikirannya semakin rumit. Di dalam rumah, istrinya sedang berbincang dengan Dianti. Kehidupan yang ia jalani sebenarnya sudah cukup nyaman. Ia memiliki keluarga, anak,

