Dianti menatap suaminya yang baru saja terbangun dari tidur. Mengernyit saat mencium aroma alkohol yang pekat dari tubuh Adolf. Suaminya pulang larut malam dalam keadaan mabuk parah. Perlu tiga orang untuk mengeluarkan Adolf dari mobil dan memindahkannya ke kamar. Adolf bangkit dari ranjang setengah oleng dan berlari ke kamar mandi. Tak lama terdengar suara orang muntah. Dianti menunggu di pintu, menyerahkan handuk serta segelas air. “Dari mana semalam? Kenapa mabuk begini parah?” “Minum-minum dengan teman,” jawab Adolf serak. “Siapa teman-temanmu itu?” “Siapa lagi? Dari partai politik tentu saja.” Dianti bukannya tidak percaya, tapi aroma parfum yang menguar kuat dari kemeja suaminya membuat rasa curiga bergerak perlahan dari hati dan merambat ke pikiran. Ia tidak pernah mencurigai

