"Sayang, ada yang ingin Mama bicarakan dengan Nisara." "Ada apa, Ma? Kenapa ekspresi Mama seperti itu, Mama buat Nisara takut." Arseno baru saja pulang setelah mengantar Nisara dari rumah sakit, Mama Alena yang mengantar pria itu ke depan. Lalu kini Mama kembali datang ke kamarnya dan berbicara dengan ekspresi yang serius. Alena yang mendengar nada khawatir sang putri langsung tersenyum sambil mengusap bahunya dengan tatapan yang menenangkan. "Nisa hamil," ucapnya lirih dengan nada tenang tanpa ada amarah sama sekali. "A-pa? Mak ... sud Mama?" Alena mengangguk sambil menggenggam tangan putrinya itu. "Kamu hamil." "Ma ..." Mata Nisara langsung berkaca-kaca sambil membekap mulutnya, lalu tangan satunya terulur untuk mengusap perutnya yang masih rata. Dia menangis bahagia,

