Sepanjang perjalanan, Geza terus bertanya-tanya tentang ke mana Agam akan membawanya. Hingga mobil pria itu mengarah menuju ke rumah sakit, sebuah harapan yang cerah membuat bibirnya mengulum senyum, jantungnya berdetak lebih cepat, perasannya berbunga-bunga seolah dia akan mendapatkan keberuntungan paling besar hari ini walaupun semua terasa belum pasti. “Bisa jelaskan dulu apa maksud ini semua, Mr. Agam?” Geza yang tidak tahan akhirnya bersuara saat mereka tiba di parkiran rumah sakit. Membuat Agam tersenyum dan menepuk bahu Geza dua kali. “Berdoalah, semoga keberuntungan menyertaimu hari ini untuk bisa bertemu Azela.” Ucapan Agam lagi-lagi membuatnya mengernyit, namun denyut jantungnya semakin berdetak cepat dengan perasaan yang membuncah. “Ayo.” Lanjut Agam dengan senyumnya, m