Geza tiba di apartemen pukul sepuluh malam. Dari ruang tamu dia bisa mendengar beberapa member yang masih mengobrol di ruang makan. Namun tubuh dan pikirannya terlalu lelah, sehingga membuatnya memilih untuk langsung masuk ke kamar. Pria itu merebahkan tubuhnya di tengah ranjang, dengan kaki yang menjuntai ke lantai bahkan belum mengganti pakaiannya. Menutup wajahnya dengan lengan dengan sesak yang kembali datang saat kembali teringat oleh wajah Azela yang terbaring di ranjang rumah sakit. Mahajana masuk ke kamarnya lalu duduk di tepi ranjang, menatap prihatin pada Geza yang terlihat sangat tersiksa. “Za, aku sudah mencari tahu tentang kecelakaan Azela. Dugaannya di sengaja, Agam, kekasih Zelline sudah mengusut kasus ini ke pihak berwajib, namun pria itu juga memiliki detektif se