Part 48

1408 Kata

Bagi Zelline, semuanya masih sama, rasanya semua berjalan di tempat, sudah hampir tiga minggu Azela koma namun gadis itu masih belum menunjukkan perkembangan yang berarti. Hidupnya terasa hampa dengan ketakutan yang harus ia hadapi setiap hari tentang kemungkinan Azela akan meninggalkannya.   “La, sampai kapan kau akan menyiksaku seperti ini? Aku tidak sekuat itu, La. Tolong kasihan padaku.” Zelline kembali meneteskan air matanya, menggenggam tangan Azela erat dengan helaan napas panjangnya.   Pintu yang terbuka membuat Zelline menoleh dan mendapati Agam yang datang dengan senyuman yang selalu berhasil menenangkan Zelline. Pria itu juga membawa banyak makanan di tangannya.   “Makan dulu sayang. Kemari.” Ujar Agam dengan lembut, membuat Zelline justru menggeleng dan kembali fokus pa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN