Kalila masih setia berselancar di dunia maya. Berusaha sekuat tenaga untuk mencari informasi mengenai Damar yang ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Ya memang agaknya sulit menggali informasi pribadi sesosok Damar. Sependek yang Kalila tahu, meski sudah biasa terpampang di layar televisi, Damar merupakan sesosok yang tertutup. Atas hal tersebut mungkin saja Damar tak ingin informasi pribadinya tersebar di media sosial. "Tapi bukan berarti nggak ada sama sekali, 'kan?" Atas tekad yang sudah menyelimuti diri, Kalila merasa optimis bahwa ia akan segera menemukan apa yang ia cari. Bukan informasi pribadi Damar, tetapi sesuatu yang lain, yang mampu membawa Kalila kepada titik terang. Waktu terus berlalu. Entah mengapa kantuk seolah hilang pada seorang Kalila. Wanita itu terus-menerus ber

