25. | Childhood Story (1)

2117 Kata

"Sayang? Kalila? Kok diem? Ada apa?" "Eh, nggak, Bun. Tadi lagi ada yang diambil, maaf jadi kurang fokus," balas Kalila bersama senyum canggung. Wanita itu masih berkutat dengan berbagai macam pikiran yang berkecamuk. Mengenai Damar dan rumor di masa lalu. Sebenarnya agak sensitif kalau dibahas, terlepas bahwa hal tersebut masih terbatas rumor. Namun, ah, Kalila merasa bahwa hari ini bukanlah waktu yang tepat untuk menanyakan hal tersebut. Mungkin nanti, di waktu yang tepat. "Ya udah nggak pa-pa. Bunda cuma khawatir, kok tiba-tiba diem gitu. Mana kamu lagi dalam kondisi yang nggak fit." "Nggak usah khawatir, bundaku. Aku jauh lebih baik kok. Serius, nggak bohong." "Syukurlah." Kalila tahu bahwa Darisa tengah tersenyum sekarang. Maka dari itu, ia juga mengulas senyum manis. Seolah memba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN