Semalaman Ziva menghabiskan waktunya untuk menangis. Membayangkan suaminya tidur bersama wnaita lain dan melakukan hubungan ranjang yang begitu panas. Ugh... menjijikkan sekali. Baiklah, Ziva harus berbuat sesuatu. Terkadang orang menjadi jahat karena dizolimi. Sekali-kali jahat eh nakal tidak mengapa. Ziva membawa beban mengenai pertanggung jawaban terhadap mamanya atas keputusannya menikah dnegan Ammar. Pernikahannya harus tetap utuh sampai ia mendapatkan hati Ammar kembali dan pria itu menyadari perbuatannya adalah keliru. Tak sadar sudah pagi saat Ziva melirik jendela yang sudah terang oleh sorot matahari pagi yang menembus kaca. Ziva, kamu tidak boleh lemah dan rapuh. Kamu harus kuat! Ziva memotivasi diri. Ia bergegas mandi sebelum mendapat tugas dari Ammar. Gadis itu kemudian k