Ali masih berusaha susah payah untuk bisa bertemu dengan Mita. Ia saat ini benar-benar sangat membutuhkan Mita dan ingin wanitanya itu kembali pada hidupnya. Hidupnya terasa sangat hampa tanpa istri dan anaknya. Hidupnya sudah cukup berantakan karena kebencian yang ia tanamkan. Ia salah membenci orang, tidak patut untuk membenci Mita karena wanita itu adalah istrinya. Seorang istri yang sudah mengabdikan dirinya pada suami, rela meninggalkan keluarganya untuk mengurus suami, melayani suami, rela mengandung anaknya, rela bertaruh nyawa untuk melahirkan seorang bayi mungil hasil buah cinta mereka, lalu wanita itu disakiti hingga ia tak sanggup lagi hidup dan memilih bunuh diri, wajar jika masih belum mau bertemu. Jangankan untuk bertemu, untuk berkomunikasi saja enggan. Bukan maksud memutus