Mita mencoba menghindar dan dengan tenang ia mengambil keputusan untuk tidak mau bertemu dengan Ali dulu. Semua bentuk komunikasi ditolak olehnya, entah itu telpon, pesan ataupun bertemu benar-benar ditolak oleh Mita. Dan lelaki itu nekat ke rumah di kala Mita ada di rumah dengan alasan menengok anaknya. "Dik, ada Ali." "Hah? Apa tidak salah lelaki j*****m itu menginjakkan kaki kesini? Berani sekali!!" "Katanya mau bertemu Rere, Nak." "Halah! Itu hanya alasannya saja, Bun. Karena beberapa hari ini pesan dan telponnya kuacuhkan. Sungguh Bun, aku malas sekali menemuinya." "Ya sudah, jadinya bagaimana?" "Bun, kalau memang dia mau bertemu dengan Rere, boleh Mita minta tolong?" "Apa Nak?" "Dampingin Rere untuk bertemu dengannya. Tetapi Bun, Mita mohon jangan bilang kalau Mita sedang be