Waktu lomba akhirnya tiba juga, rasanya baru kali ini Mita bergabung dan menjadi operator pemaparan. Dan yang lebih menegangkan adalah dilihat oleh walikota bahkan tim juri dari provinsi, sehingga timbul rasa khawatir dan gugup pada dirinya. Tetapi ia berusaha setenang mungkin dan menampilkan yang terbaik untuk para kader di kampungnya. Menjadi seorang kader membuat hidup baru dalam diri Mita. Dengan menjadi seorang kader membuatnya bisa melihat kalau banyak rumah tangga yang terpuruk dan bukan hanya dirinya saja. Bahkan banyak sekali disekitarnya yang kehancuran rumah tangganya lebih extream, bukan hanya itu, kekerasan dalam rumah tangga kian hadir setiap harinya menambah beban juga rasa sakit yang pasti semakin dalam mereka rasakan. Mita merasa saat ini lebih beruntung daripada mereka k