Ali Frustasi

1716 Kata

Mita merasa sangat kesal sekali, sebab ini bukan kali pertama Ali meneleponnya terus-menerus di waktu yang sama. Selalu saja tepat pukul sepuluh pagi lelaki itu menelpon Mita terus-menerus. Entah apa yang diinginkan, Mita ingin menjawab tetapi rasanya malas sekali namun jika tak dijawab deringan telepon itu sungguh sangat mengganggu sekali. Perlahan Mita mengulurkan tangannya untuk meraih ponselnya di atas nakas tepat di samping ranjangnya lalu ia menjawab teleponnya. "Assalammualaikum, Dik." Waalaikumsalam. Mita menjawabnya dalam hati dan tidak menjawab Ali. "Dik, Mas tau kamu mendengarnya. Bolehkah Mas bicara sebentar saja? Tolong jangan di matikan teleponnya, ya." "Dik, Mas mohon kita ketemu ya. Mas rindu sekali sama Rere. Bisa 'kan kita bertemu di sebuah masjid yang berada di persi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN