Setiap harinya Mita terus-menerus menghindar, memang sebenarnya tidak baik jika ada masalah terus-menerus untuk menghindar cuman karena tak ingin bertemu dengan si pembuat masalah. Namun, sungguh untuk kali ini Mita merasa lebih baik tak bertemu dari pada harus bertemu akan semakin membuat Mita benci pada sang empu pembuat masalah. Saat ini Mita sedang berdiam diri di ruang tamu dengan pandangan lurus ke depan menerawang setiap orang yang berlalu-lalang melewati rumahnya. Ia merasa ingin sekali untuk mengobrol dengan tetangga atau semacamnya, namun seringkali ia urungkan. Bunda menarik nafas panjang melihat sang anak yang terlihat sangat kesepian karena cukup lama juga berdiam diri di dalam rumah. "Dik," panggil Bunda. "Eh Bunda, sejak kapan ada di situ?" "Sejak saat kamu melamun melih