Bab 19: Menuntut Pertanggungjawaban

2431 Kata

*** “Aku merasa janggal saat kamu menyebut bisul, sayang,” ucap Megan dengan suara berbisik di telinga Gamal. Ia melirik sejenak ke arah Sein yang tengah fokus membicarakan sesuatu dengan Bella. Gamal memiringkan kepala, melirik Megan, dan tersenyum geli. “Kenapa merasa janggal?” tanyanya. “Aku merasa seperti déjà vu… tapi tidak mungkin juga, kan?” Megan menatap Gamal dengan raut wajah bingung. Seketika, pria itu tertawa pelan, namun tawanya sontak menarik perhatian Sein dan Bella, sementara Rich tampak acuh, tetap fokus pada ponsel di tangannya yang telah menyita perhatiannya sejak tadi. “Romantis sekali ya, Grandpa? Sampai tidak menghiraukan cucunya di sini,” celetuk Bella. Gadis itu merasa cemburu. Gamal beralih menatap cucunya, lalu kembali tertawa. Kali ini gelak tawanya terdenga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN