*** “Terima kasih, Kak Stefan, sudah mau kasih aku tumpangan gratis,” ucap Bella saat Stefan menghentikan laju mobil di depan pintu gerbang sekolahnya. Bella sengaja tidak membiarkan Stefan mengantarkannya sampai ke dalam karena dia muak melihat tingkah teman-temannya yang gatal. Apalagi sekarang ada Sein, meskipun Bella tidak tahu bagaimana sebenarnya hubungan antara sepupunya itu dengan Stefan. “Sama-sama. Belajar yang rajin,” balas Stefan. “Iya,” Bella menyahut, lalu menegakkan tubuhnya dan berpegangan pada kursi. Ia mencondongkan wajah ke depan dan mencium pipi Sein. “Ingat, jangan buat ulah, Bell,” ingatkan Sein sekali lagi. “Iya, ih! Kak Sein itu terus diulang,” kata Bella dengan kening berkerut, menatap jengah pada Sein. Ketika wanita itu melirik tajam padanya, Bella cepat-cepa