Olivia terdiam sejenak, memikirkan apa yang baru saja dikatakan oleh ayahnya itu. Apa yang dikatakan Arya itu ada benarnya juga. Setidaknya jika ada pembantu di rumahnya, ia tidak akan terus merasa bosan dan kesepian jika harus sendirian berada di rumah. “Boleh juga ide Papa. Baiklah, Pa. Nanti aku akan bilang perihal ini ke mas Ethan.” Oliv berucap dengan tawa khas centilnya. “Lalu bagaimana dengan Ethan, Liv? Apakah dia memperlakukan kamu dengan baik?” Olivia mengangguk mantap. Tidak lupa sebuah senyuman manis merekah di bibirnya. Arya pun dapat bernapas dengan lega setelahnya. Setidaknya, Arya percaya jika Ethan akan selalu menjaga anaknya. Arya tidak perlu merasa terlalu khawatir jika Olivia sudah merasa nyaman saat bersama Ethan. Apalagi jika Olivia berkata, Ethan selalu bersikap

