8~Menantu Beneran

1007 Kata

“Ci, bawa ini,” titah Arif menyodorkan sebuah kartu debit di meja kitchen island. “PIN-nya sudah kuganti jadi bulan dan tahun lahirmu. Pakai untuk beli semua keperluanmu buat besok malam.” Suci mematikan kompor. Ia berbalik lalu menatap kartu berwarna hitam yang diberikan Arif dengan ragu. Tidak berani menyentuh, apalagi membawanya di dalam dompet karena jenis kartu tersebut melambangkan level nasabah yang tidak mungkin terjangkau oleh Suci. Yakni, prioritas. “Aku nggak akan ikut campur masalah dapur,” lanjut Arif saat melihat keterdiaman Suci. “Tapi untuk semua kebutuhanmu yang lain, aku yang tanggung sesuai dengan isi kontrak. Jadi, pergilah ke … pokoknya beli semua yang kamu butuhkan buat besok malam.” Suci meraih kartu debit tersebut dengan perlahan. Menatap nama Arif Adiningrat yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN