Suci menarik napas sekali lagi, lalu mengembuskannya perlahan. Menatap pantulan dirinya di cermin dengan rasa gugup yang tidak terkira. Meskipun yang akan dilakukannya nanti hanyalah sandiwara belaka, tetapi perasaan yang menyelimutinya saat ini benar-benar nyata. Kira-kira, apa respons Deswita ketika bertemu dengan Suci nanti. Perlakuan dan kata-kata seperti apa yang akan menyambutnya? Dengan langkah berat, Suci akhirnya keluar dari kamar. Ia mendapati Arif tengah duduk santai di sofa dan menatap ponselnya dengan serius. “Mas,” tegur Suci pelan. Arif menoleh. Melihat Suci dari ujung rambut hingga kaki dengan perlahan. Ia terdiam sesaat, lalu mengangguk karena penampilan Suci menurutnya sudah cukup sempurna. Pakaian gadis itu cukup sopan dan riasan wajahnya juga tidak berlebihan. “Sud

