“Apa-apan ini, Rif!” seru Deswita begitu memasuki ruang kerja suaminya. “Kamu nggak beneran nikah sama perempuan itu, kan? Kamu cuma pura-pura, kan!” “Bun–” “Jangan main-main sama orang tua,” potong Ivan segera menimpali setelah menutup pintu, “kamu kira kami percaya? Kamu tau-tau datang bawa perempuan dan bilang itu istrimu?” “Sebentar,” potong Arif tenang. Ia merogoh saku kemejanya, mengeluarkan ponsel, lalu menyodorkannya ke arah Ivan setelah membuka galeri foto. “Ini buktinya. Kami baru nikah seminggu yang lalu. Bias sama Yosep yang jadi saksinya. Bias Manggala, sama Yosep asprinya Pak Danuar. Ayah bisa telpon Bias kalau nggak percaya. Silakan.” Ivan mengambil ponsel tersebut. Matanya terpaku pada sebuah foto yang memperlihatkan Arif tengah menjabat tangan seorang pria tua dengan

