“Bu Deswita … baik-baik aja, Mas?”tanya Suci memberanikan diri memecah keheningan, setelah mobil mereka meninggalkan kediaman Adiningrat beberapa menit lalu. Melihat respons kedua orang tua Arif ketika mereka datang, sudah bisa dipastikan Deswita dan Ivan tidak menyukai Suci. Dengan demikian, tahap pertama dari rencana Arif sudah berjalan lancar. Arif menggeleng pelan. Telunjuknya mengetuk-ngetuk kemudi dengan ritme yang lambat karena tidak bisa melupakan sikap kedua orang tuanya. Terutama dengan Deswita. “Besok, ayahku pasti akan cari informasi tentang pernikahan kita,” ujar Arif terus menatap lurus ke depan. “Setelah itu, ibuku pasti akan mencari tau tentang latar belakangmu.” Suci mengangguk karena telah paham akan hal tersebut. “Bu Deswita … pasti makin syok kalau tau keluargaku

