“Dia sudah memberikan seluruh hidupnya buat kamu.” Suara maskulin itu langsung mencuri perhatian keduanya. Indira langsung menoleh, memperhatikan Lucas yang mulai melangkah mendekat. “Aku perlu bicara sama dia,” ujar Lucas dengan suara tenang, “kamu … bisa keluar sebentar.” Indira menghela napas dan menganggukkan kepalanya, walau ada keraguan di dadanya. “Indy –” Marcel mencoba meraih tangan Indira, namun Indira hanya menoleh sejenak dan tetap melangkah keluar dari ruangan itu. Lucas mengikuti kepergian Indira tanpa suara, hingga suara ceklik terdengar tanda pintu sudah tertutup. “Kamu mau bilang apa? Mengakui kalau kamu sudah jadi selingkuhan istriku?” Lucas menghela napas, memastikan setiap kalimat yang keluar dari bibirnya tertata rapi. “Dia istri yang baik. Bahkan dia

