Marcel tak menduga kalau Dania akan bertindak nekat saat melihat darah merembes di leher Indira. Marcel tahu, Dania sangat serius dengan apa yang dilakukannya. Dania benar-benar ingin menyingkirkan Indira. Apalagi kini ia sudah berada dalam posisi terdesak. Mantan sekretarisnya itu mengayunkan benda tajam itu, siap untuk membenamkan pisau itu ke tubuh Indira. Mata lelaki pemilik perusahaan farmasi itu langsung mendelik. Dengan secepat kilat, ia mendorong tubuh Indira ke samping, dan membiarkan pisau itu menancap di dadanya sendiri. Indira jatuh terpelanting. Kepalanya membentur sudut dinding yang ada di dekatnya dan ambruk seketika. Dania terkejut. Ia tidak menyangka Marcel bahkan mau mengorbankan nyawanya bagi Indira. Tangannya gemetar saat matanya melihat pisau itu tertanam di d*

