Marcel menghentikan langkahnya tepat di depan pintu kamar istrinya. Tangannya hendak meraih handel dan memutarnya. Namun egonya kembali menguasainya. Indira tidak akan mematuhinya jika ia dengan semudah ini luluh dan memaafkannya. Ia tidak boleh lemah, bagaimanapun Indira harus menerima hukumannya. Dia bukan hanya minggat dari rumah, tapi juga berani bermain gila di belakangnya. Ia harus membuat Indira jera dan tidak berani lagi melakukan kegilaan semacam itu. Marcel menurunkan tangannya. Diabaikannya suara desah erotis yang terdengar di balik pintu itu. …. Dua hari berlalu tanpa kabar. Celia tak sanggup lagi menjawab semua pertanyaan para penggemar dan klien Indira. Pagi itu, ia sengaja mendatangi kantor Handara Corp. Karena tak melihat sekertaris di mejanya, Celia langsung men

