“Bantu aku buat meyakinkan keluarganya, bahwa dia … sudah mati, Fin,” pinta Lucas. “Apa? Tapi kenapa? Dia itu nggak mati. Kita … bisa kena sanksi kalo memanipulasi laporan kematian,” sahut Alfin. Ia menolak dengan tegas permintaan sahabatnya itu. “Fin, please. Kamu tahu kan, siapa Marcel Handara.” Lucas menahan Alfin sebelum dokter yang malam itu bertugas menjaga UGD rumah sakit itu pergi dengan membawa kesalahpahaman. “Kita … kita melakukannya untuk kebaikan. Apa kamu bisa menjamin, jika kita kembalikan Indira ke suaminya, dia nggak bakal mencoba bunuh diri lagi?” Alfin mengerutkan keningnya. Ia mendecak kesal karena benci dihadapkan pada pilihan sulit sebuah kemanusiaan. Dan … bagaimanapun ia berpikir, perkataan Lucas sama sekali tidak keliru. “Lalu … apa yang kamu mau?” tanya Alf

