Lucas mengecup kening Sierra. Tatapan lembutnya membuat perasaan perempuan di hadapannya menjadi lebih tenang. “Soal itu … serahkan padaku.” Sierra mendongakkan kepalanya, menatap wajah tampan lelaki bertubuh jangkung di depannya. “Apa yang mau kamu lakukan?” Lucas menarik sudut bibirnya, melepaskan seulas senyuman terindahnya. Ia membungkuk dan mengangkat tubuh ramping itu dengan kedua tangannya. Sierra memekik saking terkejutnya. Sepasang sepatu tingginya lepas dan jatuh ke lantai. Tapi Lucas tak peduli. Ia justru berbalik dan melangkah masuk, menjauhi balkon. “Lucas, kamu mau apa?” tanya Sierra panik. Lucas tak menjawab. Ia justru terus melangkah dan masuk ke dalam sebuah kamar. Ia menurunkan Sierra tepat di atas ranjang. Jantung Sierra berdebar semakin kuat. Ia tidak in

