Richard masih memandangi Gisela yang akan mengamuk disana. Leo pun masih menunggu apa yang ingin di lakukan oleh Richard pada Gisela. Dia tahu Richard juga berdarah dingin seperti King jika dengan wanita. "Apa seorang perempuan seperti kamu ini tak punya harga diri sama sekali? Mengejar laki laki yang tak pernah bisa di dapatkan dan malah merusak apa yang di lakukan laki laki itu?" "Leo, hukuman apa yang harus aku berikan pada perempuan pembawa sial seperti dia?" Richard sudah berdiri di depan Gisela dengan muka datar dan dinginnya, sementara hawa lobi kantor semakin mencekam. Bagaimana tidak, Gisela tak berkontribusi apa apa tapi malah mengacaukan segalanya. "Mungkin lidahnya bisa di buat makanan Jero kesayanganmu." sahut Leo asal. Richard menyeringai sementara semua karyawan yang

