Praangg! Suara panci yang jatuh membuat Samsul menoleh, menatap tepat kearah pintu masuk yang terbuka. Kedua mata Samsul sedikit menyipit saat melihat Milly yang juga menatapnya. Sementara Milly, tak peduli dengan tatapan Samsul yang heran, atau tak suka, atau … entahlah. Dia tetap melangkah, melanjutkan masuk ke dalam rumah. Meraih tangan Agas, membantu suaminya untuk kembali berdiri. “Gas,” lirihnya, mengelap sisi bibir Agas yang sedikit sobek. Daada Agas naik turun, sesuai dengan detak jantung yang menahan untuk tidak balas memukul. Tak menatap Milly, tapi cowok yang hanya memakai kaos singlet basah itu, menatap penuh kekecewaan kearah papanya. Kedua tangan Agas mengepal erat, sampai seluruh otot-ototnya mengeras. Kedua mata Milly mengembun melihat Agasnya yang seperti ini. Bahkan w

