32. Tigapuluhdua

1944 Kata

Ada nggak sih, yang lebih membahagiakan dari ini? Dulu pun, saat dia hanya dekat dengan Vero saja, rasa bahagia dan keinginan yang begitu menggebu tak pernah sebesar ini. Hanya menatapnya, lalu melihat tatapan dari mata bermanik sedikit kecoklatan yang memang dingin, tapi ternyata … ada banyak cinta disana. Itu bahagianya udah ada di pucuk daun teh. Ehh …. Milly sedikit memundurkan p****t, lalu menyandarkan punggung di dinding sangkar belakangnya. Sesaat, ia sedikit menoleh, lalu melirik cowok tampan yang ternyata masih betah memperhatikannya sejak beberapa menit tadi. Tatapan itu, keliatan nyebelin, ngeselin, tapi kenapa ngangenin ya? Sekitar seminggu dia nggak pernah lagi bisa melihat Agas menatapnya seperti ini, itu rasa kosongnya … luar biasa banget. Kedua pipi Milly sedikit merona

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN