36. Tigapuluhenam

1674 Kata

Lia tersenyum, mengulurkan tangan, membuat seseorang yang menemaninya itu menjabat tangannya, lalu keduanya sama-sama beranjak dari meja bulat dalam cafee itu. “Semoga pengerjaannya bisa lebih cepat ya, bu.” Ucap seorang lelaki yang kini akan menjadi clien Lia yang baru. Lia menunduk, menatap kaki yang terbalut flat shoes warna coklat, mengangkat kepala lalu sedikit mengulas senyum. “Semoga, pak. Kalau di lihat dari desain yang anda minta tadi, kemungkinan nggak sampai seminggu, barangnya sudah ready kok. Cincinnya polos, elegant, memang sangat pas untuk moment romantis.” “Eh, biar saya saja.” sedikit menekan tangan Lia yang membuka dompet. Lia hanya ngangguk. “Terima kasih jika begitu, pak.” Sedikit menggeser kaki, lalu melangkah menuju pintu keluar. Membiarkan clien-ya membayar tagi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN