Ting! Ting! Ting! Bunyi sendok yang beradu dengan mangkuk beling, terdengar sedikit nyaring. Milly melirik suami yang fokus menatap kuning telur berbentuk bulat di dalam mangkuk. Bibirnya sedikit cemberut, kembali tangan yang memegang sendok itu bergerak, merebut telur yang berhasil ada di atas sendok Agas. Sedikit senyum itu luntur ketika Agas memukul kecil sendok di tangannya, membuat kuning telur itu kembali masuk ke mangkuk. Dengan cepat Agas mengambilnya, lalu menarik mangkuk, sedikit beringsut, membelakangi Milly dengan tangan yang memasukkan kuning telur itu ke mulut. Kedua sudut bibir Milly tertarik ke bawah, membuat lengkungan yang begitu mirip dengan bulan sabit. “Yaahh, Agas jahat.” Rengeknya, lirih, tapi masih bisa di dengar dengan cukup jelas oleh orang yang berada di seki

