62. Enampuluhdua

2050 Kata

Milly melepaskan lingkaran tangan di perut saat mesin motor mati. Masih belum mau turun, gadis itu memindai pemandangan alam yang memang begitu amazing. Sekarang mereka berada di puncak teratas. Di pinggiran jurang, lalu di bawah sana adalah kota Jogja yang bisa di nikmati pemandangannya dari atas sini. Tak begitu lama, motor Elmiro dan Reon menyusul, berhenti di samping motor putih Agas. “Lama banget kita nggak pernah ke sini,” ucap Reon lalu melepaskan helm. Elmiro melakukan hal yang sama, melepas helm. “Terakhir pas kenaikan kelas, apa ya?” mencoba mengingat-ingat. Agas sedikit menoleh, menatap istrinya yang terlihat terpesona dengan keindahan alam di tempat yang paling puncak. “Lo nggak mau turun?” Milly memajukan bibir, masih sempat menabok punggung Agas, baru setelahnya turun den

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN