63. Enampuluhtiga

1547 Kata

Ruangan rawat kelas dua. Cukup sederhana sih, nggak terlalu mewah. Yang peting ruangannya nggak panas dan tersedia kamar mandi dalam. Tak hentinya Lia menatap lelaki yang kini terbaring lemah di ranjang pesakitan. Diam, tapi beberapa kali ia menelan ludah, menahan embun di mata agar tak jatuh. Wajah Samsul memang masih tetap tampan, sangat mirip dengan wajah Agas. Terlihat ada garis samar di ujung mata, karna umurnya memang tak lagi muda. Kepala Samsul penuh dengan perban, dokter telah mencukur habis rambutnya. Ingatan kenangan manis mereka masih tersimpan rapi dalam memory. Lama-lama nggak tahan menatap wajah Samsul terlalu lama. Akhirnya memilih melangkah mundur, menjatuhkan p****t ke sofa yang tersedia di dalam ruangan. Agas yang sejak tadi memang ada di dalam, memilih diam, melipa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN