70. Tujuhpuluh

1588 Kata

Milly makin menggigit bibir, mata terpejam dengan tangan yang meremas kedua bahu Agas. Bukan menahan sakit, tapi dia sedang menahan untuk tak mengeluarkan desahan. Perlakuan Agas terlampau lembut, lebih lembut dari semalam dan ini terlalu … umm, nikmat. “Uuggh ….” Dia melengkuh panjang, menunduk, menatap satu tangan Agas yang kini masuk kedalam kain tipis di bawah sana. Kdua kaki bergeser, lebih membuka lagi, membiarkan Agas menyentuh yang memang sudah menjadi haknya. “Gass ….” Agas menegakkan tubuh dengan jari yang masih ada di tempat tadi; pembacaan undang-undang kalau kata Agas. Nggak akan biarin Milly mendesah makin kenceng, ia memilih meraup bibir sexi yang selalu membuatnya ingin lagi dan lagi. Membungkamnya, melumat, menyesap bibir bawah. Suara pembacaan undang-undang itu semakin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN